Minggu, 13 April 2014

Guru Frustasi dan Guru yang Baik



1.      Sifat Guru Frustasi
Di banyak Negara profesi guru sangat dihormati. Namun demikian, dari sisi pandang guru sendiri, penyandang profesi ini tidak lupu dari belenggu permasalahan, karena mereka menghadapi aneka tantangan.
Ini berarti bahwa masih ada guru yang belum secara sungguh-sungguh menjalankan tugas-tugas profesionalnya dalam suasana yang menyenangkan. Hal ini dapat mengundang frustasi di kalangan siswa. Cirri-ciri yang menyebabkan siswanya frustasi akibat kinerja burukguru ketika melaksanakan proses pembelajaran.
a.       Pandangan negatif terhadap kegiatan mengajar atau pekerjaan mereka
b.    Sibuk bekerja dan kurangnya varietas dalam kegiatan kelas. Siswa merasa terganggu oleh tugas-tugas yang tidak membangun keterampilan atau pengetahuan baru bagi mereka
c. Kecongkakan. Siswa jengkel terhadap guru yang meremehkan, menghina atu merendahkan mereka
d.      Kurangnya pengetahuan. Guru yang mengajar langsung dari buku memunculkan frustasi siswa karena mereka sering tidak mampu menjawab pertanyaan secara lebih rinci dari apa yang diberikan dalam buku teks
e.       Tidak mengenal banyak tentang siswa
f.       Keengganan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa
g.    Apati. Siswa melaporkan bahwa beberapa guru tidak peduli dengan siswa-siswa mereka, kelas mereka atau kegiatan dalam kelas.
2.      Guru yang Baik
Semua guru harus baik dimata siswanya. Banyak orang yang tahu bahwa guru yang memiliki pengetahuan yang luar biasa, namun sebagian gagal berkomunikasi secara baik dengansiswanya. Guru semacam ini di atas kertas penguasaannya di bidang mata pelajaran sangat hebat, tapi membuat siswa bosan atau frustasi ketika menerima pelajaran darinya.
Banyak orang, termasuk siswa mengakui bahwa mengajar yang baik sering kali terlalu terkait dengan pengetahuan dan keterampilan dibandingkandengan sikap terhadap siswa, materi yang diajarkan dan pekerjaan itu sendiri. Guru yang baik bercirikan:
a.       Memiliki kesadaran tujuan
b.      Memiliki harapan akan keberhasilan bagi semua siswa
c.       Mentoleransi ambiguitas
d.      Menunjukkan kemauan beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan siswa
e.       Merasa tidak nyaman jika kurang mengetahui
f.       Mencerminkan komitmen pada pekerjaan mereka
g.      Belajar dari berbagai model
h.      Menikmati pekerjaan dan siswa mereka

3.      Kualitas Guru yang Baik
Semua guru harus menjadi guru yang baik. Kalau ada yangmengatakan bahwa “salah satu tujuan terbesar saya adalah menjadi seorang guru”, orang itu sangat potensial menjadi guru yang baik. Orang seperti itu biasanya memiliki misi untuk memperoleh pengalaman hidup melalui mengajar orang lain.
a.      Confidence
Guru yang baik tetap memiliki kepercayaan diri, meski sesekali merasakan kemunduran. Guru yang baik menghadapi semua situasi dan waktu yang bisa saja olehnya dianggap sebagai kemunduran. Seorang murid adakalnya bersikap kurang menyenangkan, terutama anak-anak remaja.
Ada juga guru yang gugup ketika mengajar, guru yang lainnya malu-malu dan hanya setengah berkomitmen untuk mata pelajaran mereka
b.      Patience
Guru terbaik bisa membantu siswa yang menagalami gangguan mental. Bukan berarti merekaharu, tetapi mereka begitu sabar, meski mungkin bukan lagi menjadi tugas utamanya. Guru yang terbaik adalah merekayang terus bersedia menjelaskan, mengetahui, dan akirnya menerima bahwa hal itu masuk akal
c.       True compassion for their students
Memiliki rasa kasih sayangsejati pada siswanya. Guru yang terbaik peduli dengan siswa mereka sebagaiindividu dan ingin membantunya, guru yang baik bersedia berbicara kepada semua siswa dan guru-guru yang lain, jika perlu.
d.      Understanding
Guru yang baik memiliki pemahaman yangbenar prima tentang bagaimana mengajar. Mereka tidak memiliki teknik yang kaku dan bersikeras menggunakannya seingga hal itu membantu kelancaran dan kemudahan siswa belajar.
e.       The ability to look at life in a different way and to explain a topic in a different way
Tidak semua siswa dapat menyerap materi pelajaran seperti diajarkan oleh setiap guru secara sama cepat. Guru harus memberi perlakuan yang berbeda untuk siswa yang berbeda. Guru yang baik tidak menggunakan satu cara untuk satu bahasan yang disajikan.
f.        Dedication to excellence
Guru yang baik memiliki dedikasi dan menginginkan capaian yang terbaik dari siwa-siswanya dan dari diri mereka sendiri, mereka tidak puas dengan nilai siswanya yang kecil, melainkan mengabdikan diri untuk secara penuh menuju kemampuan siswa untuk unggul
g.      Unwavering support
Guru terbaik tahu bahwa setiap siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan baik jika mereka memiliki guru yang tepat. Mereka mendorong siswa yang frustasi untuk berprestasi dan memberikanm keyakinan besar kepada siswanya, bahwa dia bisa memahami materi pelajaran dengan baik.
h.      Willingness to help student achieve
Guru terbaik adalah mereka yang tidak secar otomatis “berhenti mengajar” ketika bel berbunyi
i.        Pride in student’s accomplishments
Guru terbaik sangatbangga dengan siswanya yang mendapatkan nilai yang baik atau memperoleh kehormatan dari masyarakat. Mereka tersenyum dan memberitahu siswanya dan masyarakat, bahwa dia melakukan pekerjaan yang baik demi anak didiknya
j.        Passion for life
Guru terbaik tidak hanya tertarik pada bidang tugasnya, melainkan juga mereka bersemangat tentang hal itu. Guru terbaik juga bersemangat tentang hal lainnya. Mereka adalah manusia biasa, tetapi selalu ada alasan untuk membuat siswa terus maju.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar