Rabu, 26 September 2012

TUGAS INDIVIDU


1. Contoh berdasarkan pengalaman pribadi

  • Sebagai Kerangka Riset
Contoh : Pengalaman saya ketika akan berangkat kuliah, masuk jam 8 pagi namun saya baru berangkat dari rumah jam 8.30 saya merasa kalau pergi jam segitu saya tidak akan telat karena sudah rencana untuk lewat jalan yang terhindar dari macet. Namun saya malah terjebak macet di ujung jalan ketika melewati jalan pintas tersebut selama 45 menit. Untungnya, saya masih bisa masuk ke kelas karena perkuliahan belum di mulai. Dua hari kemudian saya melewati jalan pintas itu lagi karena saya pikir tidak akan ada macet lagi. Namun saya kembali menghadapi situasi yang sama tapi tidak separah sebelumnya.

  • Memberikan Kerangka Organisasi Untuk Item-Item Informasi
Contoh : Ketika saya mendapatkan bagian tugas untuk membuat slide dari bahan yang akan dipakai untuk dipresentasikan. Sebelumnya saya harus sudah memahami apa saja yang di bahas untuk dipresentasikan, sehingga ketika sudah mengerti mengenai apa saja hal-hal yang harus disampaikan, itu akan mempermudah kita dalam membuat slide yang dipakai untuk presentasi.

  • Mengidentifikasi Sifat dari Peristiwa yang Kompleks
Contoh : ketika saya SMP saya begitu menginginkan sebuah alat komunikasi (Hp) saat itu saya berpikir kalau saya bisa mendapatkan ranking dan nilai yang baik orang tua saya akan memberikannya. Sampai pada akhirnya saya berhasil mendapat nilai yang baik, dan untuk pertama kalinya saya memiliki Hp.

  • Mengorganisasi Pengalaman Sebelumnya
Contoh : ketika saya dan kelompok diminta untuk membuat suatu alat penelitian, saat itu kita sudah memikirkan ingin menggunakan alat penelitian yang telah digunakan sebelumnya. Tetapi kemudian kita diberitahukan bahwa tidak boleh menggunakan alat penelitian yang sudah ada. Sehingga kami harus mencari di internet dan alat penelitian tersebut juga harus dapat kita modifikasi sesuai dengan yang kita butuhkan, tidak boleh benar-benar sama seperti yang ada di internet.

  • Bertindak Sebagai Penjelasan Kerja dari Peristiwa
Contoh : ketika beberapa keluarga saya yang tinggal di jakarta datang berkunjung, ada seorang anak laki-laki yang saya rasa usianya tidak jauh berbeda dari saya. Dari awal saya perhatikan seperti ada sesuatu yang berbeda, bahkan saya semakin curiga ketika dia masuk ke dalam kamar mandi yang biasanya kamar mandi yang ada dalam kamar saya, hanya dipakai oleh wanita. Namun dia malah ikut masuk. Kecurigaan saya ternyata terbukti saat saya mendapat informasi dengan bertanya pada orang tua saya bahwa anak laki-laki tersebut mengidap autis.


2. Perspektif Psikologis tentang Faktor-Faktor Utama

  • Perspektif Behavioris
Perspektif ini membahas bahwa kondisi refleks dapat ditimbulkan oleh pengkondisian klasik serta koneksionisme Thorndike yang mendeskripsikan belajar respon terhadap situasi. Berdasarkan teori behavioristik bahwa perubahan perilaku berasal dari pengalaman yang terjadi.
Seperti contoh ketiga yang saya buat, ketika saya menginginkan suatu hal saya harus lebih giat untuk bisa mendapat apa yang saya inginkan.

  • Perspektif Kognitif
Teori belajar bukan hanya sekedar mengenai proses belajar, namun juga proses kognitif yang ikut berperan. Bagaimana kita mengingat, menyimpan dan menggunakan informasi itu kembali.

  • Perspektif Interaksionis
Perspektif ini mempengaruhi belajar melalui model yang kita lihat dan faktor lingkungan yang ada disekitar kita.

  • Teori Perkembangan Interaksionis
Yaitu terdapat dua teori yang mendukung teori perkembangan interaksionis ini. Dimana, teori ini mempelajari tentang simbol-simbol budaya yang mempengaruhi proses belajar individu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar